Dangdut, sang musik tak berjiwa

Tahukah Anda, mengapa setiap kali orang kampung punya hajat musik lagu yang diputar pasti dangdut? Dan selalu diputar dengan keras!

Jika Anda tidak tahu, demikian juga saya. Yang saya tahu bahwa orang kampung selalu memutar musik dangdut. Mungkin itu sebabnya dangdut sering disebut musik kampungan.

Tapi bukan tentang ini yang ingin saya ceritakan. Saya cuma heran. Betapa dangdut ini dalam segala tema lagu dan dalam segala situasi bisa digunakan untuk berjoget.

Coba Anda perhatikan. Dangdut dengan tema ceria cocok buat berjoget. Dangdut dengan tema sedih, masih cocok untuk berjoget. Jadi tidak peduli apa pun tema liriknya, entah sedih, riang, ceria, atau tema apa pun selalu cocok untuk berjoget. Bahkan lagu pop sedih pun, kalau diaransir menjadi dangdut bisa digunakan untuk berjoget!

Perhatikan juga kalau ada panggung dangdut liveshow. Disana akan tumplek bleg para dangdut mania dengan style khas ciri mereka. Lalu berlangsunglah joget masal apa pun tempo lagu dangdutnya, mengikuti goyangan erotis bokong penyanyinya. Lalu sering ada juga minuman keras dan tawuran masal. Ciri khas panggung dangdut.

Ini berbeda dengan tipikal musik lain. Anda bisa berjoget habis-habisan diiringi musik disco, house music, atau rock misalnya. Tapi, bisakah Anda berjoget diiringi lagu yang mellow macam lagunya Melly Guslow atau Geisha?

Biasanya setiap jenis lagu memiliki ciri khas dasar berupa tempo atau lirik yang mencerminkan jiwa lagu. Bahkan grup rock aliran metal macam Helloween, Metallica,  atau Dream Theatre, memiliki lagu keras yang bisa digunakan untuk berjingkrak dan punya pula lagu slow rock yang hanya bisa didengarkan dan diresapi sambil menghisap sebatang rokok, tanpa bisa digunakan untuk berjingkrak.

Jadi kalau setiap aliran musik memiliki nafas dan jiwanya sendiri, tidak demikian dengan dangdut. Mungkin inilah kelebihan dangdut sang musik tak berjiwa.

Bagaimana menurut Anda?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.